Pendahuluan: Harga diri rendah merupakan kondisi psikologis yang dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup pasien gangguan jiwa. Self talk dan terapi afirmasi positif adalah dua pendekatan non-farmakologis yang berpotensi meningkatkan persepsi diri pasien secara positif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi self talk dan afirmasi positif terhadap kualitas hidup pasien dengan harga diri rendah di RSKJ Soeprapto Propiinsi Bengkulu. Metode : Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test post-test. Sebanyak 34 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan selama 3 hari dengan frekuensi 2 kali sehari masing-masing selama 30 menit. Instrumen penelitian berupa kuesioner WHOQOL-BREF untuk menilai kualitas hidup. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon untuk melihat perbedaan skor sebelum dan sesudah intervensi. Hasil : Rata-rata skor kualitas hidup meningkat dari 60,21 menjadi 65,38 setelah intervensi. Uji statistik Wilcoxon menghasilkan p-value : 0,0001 (p < 0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan terapi self talk dan afirmasi positif terhadap peningkatan kualitas hidup pasien harga diri rendah. Kesimpulan : Terapi self talk dan afirmasi positif terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas hidup pasien dengan harga diri rendah. Terapi ini dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis dalam rehabilitasi psikososial di rumah sakit jiwa.
Copyrights © 2025