Pendahuluan: Angka kematian ibu dan bayi merupakan tolak ukur dalam menilai derajat kesehatan suatu bangsa, oleh karena itu pemerintah sangat menekankan untuk menurunkan. Angka kematian ibu bayi melalui program-program kesehatan. Kematian dan kesakitan ibu hamil masih merupakan masalah besar di Negara berkembang. WHO memperkirakan di seluruh dunia setiap tahunnya lebih dari 585.000 ibu meninggal saat hamil atau bersalin. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui distribusi pengetahuan ibu hamil pemeriksaan Antenatal Cere Di Puskesmas Taba Lagan Bengkulu Tengah. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah Observasional Analitik dengan rancangan crosssectional merupakan rancangan penelitian yang menekankan waktu pengukuruan dan pendekatan. Populasi dalam penilitian ini adalah ibu hamil yang trimester III yang berkunjung ke Puskesmas Taba Lagan Bengkulu Tengah. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian tentang pengetahuan ibu hamil mayoritas dalam katagori cukup sebanyak 12 responden (43,3%), baik sebanyak 6 responden (17,1%). Dan minoritas kurang sebanyak 17 responden (48,6%). Dari hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas katagori frekuensi kunjungan ibu hamil teratur 9 responden (25,7%), katagori tidak teratur 26 responden (74,3%). Dengan demikian dapat disimpulkan mayoritas frekuensi kunjungan ibu di puskesmas taba lagan adalah tidak teratur melakukan pemeriksa kankehamilan sebanyak 26 responden (74,3%). Kesimpulan: Kesimpulan dari hasil chi-square Hubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan keteraturan antenatalcare di puskesmas taba lagan, dengan derajat kepercayaan (a) 0,05 maka diperoleh hasil p-value 0,001.
Copyrights © 2025