Kabupaten Wonosobo merupakan salah satu daerah pegunungan dengan debit mata air yang melimpah. Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kabupaten Wonosobo memanfaatkan sumber mata air sebagai sumber air baku. Permasalahan yang sering muncul pada sumber mata air adalah penurunan kuantitas dan kualitas mata air. Saat ini, terdapat beberapa sumber mata air yang mengalami penurunan debit yang cukup signifikan, diantaranya adalah Mata Air Ngadisalam dan Marongsari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi keberlanjutan mata air dalam pemanfaatannya sebagai sumber air baku. Ruang lingkup penelitian berdasar pada daerah tangkapan air yang telah didelineasi. Analisis ketercukupan kuantitas dilakukan dengan perhitungan proyeksi kebutuhan air. Hasil analisis kuantitas kemudian dikaitkan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi penurunannya. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa debit tersisa mata air adalah 14,74 liter/detik. Adapun hasil analisis ketercukupan kuantitas mata air menunjukkan debit tersebut tidak mampu lagi mencukupi kebutuhan air pelanggan pada tahun 2029. Dari analisis ketercukupan kuantitas tersebut, diketahui faktor-faktor yang mengakibatkan penurunan kuantitas/debit, yaitu curah hujan, kondisi topografi, penggunaan lahan, kondisi vegetasi, peningkatan jumlah penduduk
Copyrights © 2025