Kota Yogyakarta menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan kendaraan bermotor tertinggi di Indonesia. Rasio jumlah kendaraan terhadap jumlah penduduk di kota Yogyakarta pada tahun 2022 sangat tinggi yaitu sebesar 1,52 dibandingkan DIY sebesar 0,84 dan Nasional sebesar 0,54. Sistem pergerakan lalu lintas sebagian besar adalah pergerakan untuk bekerja dan sekolah yang merupakan pergerakan rutin harian. Data penumpang bus Trans Jogja dari jenis pekerjaan ASN/POLRI/TNI tahun 2022 hanya sebesar 4%. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik perjalanan, mengetahui faktor yang mempengaruhi minat menggunakan angkutan umum untuk perjalanan kerja, dan mendapatkan model yang dapat menjelaskan pengaruhnya. Metode yang digunakan yaitu metode analisis deskriptif, Exploratory Factor Analysis (EFA), dan Structural Equation Modelling-Partial Least Square (SEM-PLS). Tahapan penelitian ini terdiri dari penyusunan variabel dan hipotesisnya menjadi model konseptual yang selanjutnya dilakukan pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner kepada 334 responden. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar ASN Pemerintah Kota Yogyakarta tidak pernah menggunakan angkutan umum untuk perjalanan kerja. Kendaraan yang digunakan untuk perjalanan kerja sebagian besar kendaraan pribadi/dinas. Dari hasil penelitian ini disimpulkan Aksesibilitas dengan dimensi/faktor Mobilitas, Cuaca, dan Kemudahan serta Kualitas Pelayanan dengan dimensi/faktor Informasi dan Keamanan dan Kebersihan mempengaruhi minat ASN dalam menggunakan angkutan umum untuk perjalanan kerja.
Copyrights © 2024