Fenomena konser K-pop yang semakin digemari oleh generasi muda diIndonesia menciptakan kebutuhan baru akan kenyamanan, khususnya dalam halkebersihan diri. Namun, kesadaran untuk menggunakan produk deodoran sepertiRexona Deo-Lotion masih tergolong rendah, terutama di kalangan pengunjungkonser berusia 21–25 tahun yang aktif secara sosial dan fisik saat menghadiri acara.Penelitian ini bertujuan untuk merancang strategi promosi yang tepat sasaran danrelevan guna meningkatkan brand salience, menggunakan pendekatan kualitatifmelalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner. Analisis dilakukan denganmetode AOI (Activities, Opinions, Interests), SWOT, AISAS, dan perbandingankompetitor. Hasil menunjukkan bahwa strategi visual yang komunikatif danpemanfaatan media promosi terintegrasi (ATL dan BTL) mampu meningkatkanketerpaparan merek serta mendorong tindakan penggunaan produk. Promosi yangdirancang memosisikan Rexona sebagai solusi terhadap permasalahan bau badansaat konser, sekaligus membentuk persepsi positif terhadap produk. Pendekatanemosional, visual yang menarik, serta relevansi dengan gaya hidup K-popers terbuktiefektif dalam menciptakan hubungan yang lebih kuat antara merek dan targetaudiens.Kata kunci: brand salience, iklan, promosi, Rexona, konser K-pop
Copyrights © 2026