Tingginya tuntutan kerja yang dihadapi oleh divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Hukum, terutama pada institusi pelayanan publik seperti rumah sakit, telah terbukti memicu stres kerja kronis. Tekanan yang bersumber dari tanggung jawab manajerial, penanganan konflik kepegawaian yang sensitif, dan kepatuhan regulasi hukum yang ketat berdampak serius pada kesejahteraan psikologis, emotional exhaustion, dan kinerja karyawan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi manajemen stres yang praktis, mudah diakses, dan berbasis bukti. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan musik sebagai intervensi psikologis non-farmakologis untuk menurunkan tingkat stres kerja pada karyawan di divisi SDM dan Hukum Rumah Sakit X. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pre-test dan post-test pada tujuh partisipan karyawan di divisi tersebut. Stres kerja diukur melalui kuesioner yang mengukur empat dimensi: Job Stress, Role Expectation Conflict, Coworker Support, dan Work-Life Balance. Intervensi dilakukan dengan memutar musik pop instrumental bertempo sedang sebagai background di area kerja selama dua minggu penuh. Hasil analisis statistik Paired Sample T-Test menunjukkan penurunan skor stres kerja yang sangat signifikan, dari rata-rata 80,86 (pre-test) menjadi 69,57 (post-test), dengan nilai signifikansi p = 0,002 (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa musik terbukti efektif dalam memicu respons relaksasi, meningkatkan fokus, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam menyediakan model intervensi low-cost yang valid untuk manajemen stres di lingkungan kerja yang sangat menuntut.
Copyrights © 2026