Kebiasaan merokok telah terbukti sebagai salah satu faktor yang berkontribusi terhadap perubahan profil lipid, baik pada perokok aktif maupun individu di sekitarnya. Senyawa kimia dalam asap rokok, terutama nikotin, dianggap merupakan senyawa yang bertanggung jawab dalam perubahan profil lipid dari perokok, misalnya peningkatan ikadar trigliseridai (TG) dan iLow iDensity Lipoprotein Kolesterol (LDL-K). Peningkatan kadar TG dan LDL-K darah pada pasien diabetes melitus tipe2 (DMT2) dapat memperburuk kondisi pasien dan meningkatkan faktor kegagalan pengobatan pasien. Dengan demikian, penelitian ini akan mengevaluasi dampak status merokok terhadap kadar TG dan LDL-K pada perokok. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis, dengani pendekatan studii potong lintang. Sampel darah puasa subjek uji dianalisis kadar TG menggunakan metode Glycerol Peroxidase Phospat Acid (GPO-PAP) serta kadar LDL-K nya menggunakan metode Direct. Penelitian ini melibatkan 106 pasien diabetes melitus DMT2 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi serta sedang menjalani perawatan rawat jalani di sebuah rumah sakit swasta di Yogyakarta. Berdasarkan status merokoknya, maka subjek uji dibagi menjadii tiga kategori, yaitu perokok aktif, perokok pasif, dan non-perokok. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa rata-rata kadar TG dan LDL-K pada tiga kelompok subjek uji berada di atas batas normal. Nilai odds ratio ketiga subjek uji menunjukkan bahwa subjek uji perokok aktif memiliki risiko peningkatan kadar TG dan LDL-K dibandingkan pada subjek uji perokok pasif dan non-perokok, namun peningkatan ini tidak berpengaruh secara bermakna (P-value>0,005).
Copyrights © 2025