Pasien dengan penyakit ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis umumnya memiliki berbagai kondisi medis penyerta, seperti hipertensi dan gangguan metabolik lainnya yang menyebabkan penggunaan banyak obat secara bersamaan. Penggunaan sejumlah besar obat ini dapat menyebabkan polifarmasi, yaitu kondisi ketika pasien mengonsumsi lima atau lebih jenis obat yang pada gilirannya meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi polifarmasi serta mengidentifikasi potensi interaksi obat pada pasien hemodialisis. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode narrative review dengan menelaah 10 artikel yang relevan dalam 10 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien mengalami polifarmasi dengan tingkat konsumsi obat bervariasi antara lima hingga lebih dari sepuluh jenis obat per pasien. Mayoritas artikel menunjukkan tingginya prevalensi polifarmasi (>80%) dan potensi interaksi obat kategori sedang hingga berat, terutama pada pasien lansia dengan penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes. Dari analisis interaksi obat, ditemukan bahwa potensi interaksi yang terjadi mencakup kategori ringan, sedang hingga berat dengan beberapa kombinasi obat menunjukkan risiko signifikan terhadap penurunan efektivitas terapi maupun peningkatan toksisitas. Temuan ini menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap regimen pengobatan yang digunakan oleh pasien hemodialisis.
Copyrights © 2025