Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, termasuk di Kota Medan yang memiliki prevalensi tinggi. Diagnosis yang cepat dan akurat sangat penting. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan hasil pemeriksaan Mycobacterium tuberculosis antara metode GeneXpert MTB/RIF dan mikroskopis BTA. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain sampel berpasangan. Sebanyak 30 spesimen sputum dari pasien terduga TB sensitif obat dengan hasil GeneXpert sebelumnya (MTB detected very low dan MTB not detected) diperiksa ulang menggunakan mikroskopis BTA (Ziehl–Neelsen) pada Desember 2025. Analisis dilakukan dengan uji McNemar. Hasil menunjukkan GeneXpert mendeteksi M. tuberculosis pada 5 sampel (16,7%) kategori very low, sedangkan mikroskopis BTA negatif pada seluruh sampel (100%). Uji McNemar menunjukkan nilai p = 0,063 (>0,05). Kesimpulannya, secara statistik tidak terdapat perbedaan bermakna, namun secara klinis GeneXpert lebih sensitif dalam mendeteksi beban bakteri rendah.
Copyrights © 2026