Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh motivasi kerja, gaya kepemimpinan, dan budaya kerja terhadap kinerja karyawan dengan keterampilan interpersonal sebagai variabel mediasi. Meskipun hubungan antara faktor organisasi dan kinerja telah banyak diteliti, mekanisme yang menjelaskan bagaimana faktor-faktor tersebut memengaruhi kinerja masih belum sepenuhnya dipahami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner terhadap 110 responden, yang kemudian dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja dan keterampilan interpersonal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Sebaliknya, gaya kepemimpinan dan budaya kerja tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan terhadap kinerja. Keterampilan interpersonal terbukti memiliki pengaruh yang kuat terhadap kinerja dan berperan sebagai mediator signifikan dalam hubungan antara budaya kerja dan kinerja karyawan. Namun, peran mediasi keterampilan interpersonal tidak signifikan pada hubungan motivasi kerja dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dengan menekankan pentingnya mekanisme perilaku dalam menjelaskan hubungan antara faktor organisasi dan kinerja. Secara praktis, organisasi disarankan untuk mengembangkan keterampilan interpersonal karyawan sebagai strategi utama dalam meningkatkan kinerja secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026