Pertumbuhan penduduk di Kabupaten Nganjuk berpengaruh terhadap peningkatan produksi lumpur tinja dimana Kabupaten Nganjuk tidak memiliki Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang beroperasi, sehingga hal ini dapat menimbulkan risiko pencemaran lingkungan. Upaya untuk menangani permasalahan tersebut, Pemerintah Nganjuk berencana untuk membangun fasilitas Pengolahan Lumpur Tinja melalui IPLT. Analisis efektivitas unit pengolahan lumpur tinja pada perencanaan IPLT di Kabupaten Nganjuk menggunakan metode deskriptif-analitis kuantitatif dengan menggunakan sampel kualitas lumpur tinja. Adapun hasil perhitungan tingkat efektivitas unit pengolahan IPLT menunjukkan tingkat penurunan yang efektif untuk BOD (84%), COD (84%), TSS (80%), Ammonia (84%) dan Total Coliform (99%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja Cangkringan mampu menurunkan parameter pencemar utama secara signifikan hingga memenuhi baku mutu, sehingga layak untuk diterapkan dalam rangka mendukung pengelolaan limbah domestik berkelanjutan di Kabupaten Nganjuk.
Copyrights © 2026