Skizofrenia adalah gangguan mental kronis yang mempengaruhi kemampuan pasien dalam menjalani aktivitas secara mandiri. Kunjungan rumah oleh tenaga kesehatan menjadi salah satu intervensi dalam mendukung kemandirian pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kunjungan rumah dan tingkat kemandirian pasien skizofrenia di Puskesmas Madat dan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 70 responden dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien tidak mendapatkan kunjungan rumah sesuai SOP (71,4%), terutama pada pasien dengan kategori pasung dan mandiri sebagian. Sementara itu, hanya pasien dengan kategori mandiri penuh (28,6%) yang menerima kunjungan sesuai. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kunjungan rumah dan tingkat kemandirian pasien (ρ = 0,312; p = 0,008), dengan arah hubungan positif dan kekuatan korelasi rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin sesuai kunjungan rumah dilakukan, maka cenderung diikuti dengan peningkatan kemandirian pasien. Intervensi kunjungan rumah tetap relevan, terutama jika didukung pendekatan edukatif dan keterlibatan keluarga
Copyrights © 2024