Abstrak. Tanaman jeruk (Citrus sp) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, namun dalam praktik budidayanya sering menghadapi kendala berupa serangan penyakit, terutama yang disebabkan oleh cendawan, bakteri, dan faktor lingkungan. Permasalahan ini juga dialami oleh petani jeruk di Desa Sangkir Indah, Kabupaten Rokan Hulu, yang masih memiliki keterbatasan pengetahuan dalam mengidentifikasi dan mengendalikan penyakit tanaman secara tepat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengenali jenis penyakit serta menerapkan teknik pengendalian yang efektif, khususnya melalui pendekatan hayati menggunakan pupuk kompos berbasis mikroorganisme antagonis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan petani dalam mengenali gejala penyakit serta menerapkan teknik pengendalian yang tepat. Partisipasi dan antusiasme peserta juga tergolong tinggi selama kegiatan berlangsung. Luaran kegiatan ini berupa peningkatan kapasitas petani, terjalinnya kerja sama antara perguruan tinggi dan masyarakat, serta tersusunnya laporan dan rencana publikasi ilmiah. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas hasil tanaman jeruk serta kesejahteraan petani di Desa Sangkir Indah.Kata kunci: jeruk, penyakit tanaman, pengendalian hayati, Trichoderma sp, sosialisasi
Copyrights © 2026