Penelitian ini menganalisis kesenjangan infrastruktur di permukiman Dasan Agung dan Kekalik, Kota Mataram. Meski berada di pusat kota, keduanya menunjukkan kondisi infrastruktur yang berbeda. Studi ini membandingkan kondisi fisik dan pelayanan dasar di kedua wilayah serta mengidentifikasi faktor penyebab kesenjangan guna mendukung perencanaan permukiman yang adil dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah kualitatif-komparatif dengan studi kasus, melibatkan observasi dan wawancara mendalam. Analisis kuantitatif dilakukan melalui skoring variabel jalan, drainase, air bersih, dan listrik. Hasil menunjukkan Dasan Agung memiliki skor rata-rata 29% (buruk), sedangkan Kekalik Jaya 54% (cukup). Meskipun total skor agregat terlihat sama, distribusi nilai tiap indikator menunjukkan disparitas signifikan. Dasan Agung unggul pada struktur jalan namun fisiknya rusak karena minim perawatan. Drainasenya sering banjir akibat saluran terbuka, berbeda dengan Kekalik yang lebih efisien. Skor air bersih dan listrik identik, tetapi layanan di Kekalik lebih stabil dan legal. Kesenjangan ini dipengaruhi lemahnya pengawasan dan kebijakan tata ruang yang belum menjangkau wilayah swadaya. Temuan ini mencerminkan teori Todaro dan Smith, serta menunjukkan hambatan dalam pencapaian SDGs 9 dan 11.
Copyrights © 2025