Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya angka kemiskinan di Indonesia, termasuk di wilayah pedesaan seperti Desa Lumbang. Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu strategi pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan melalui bantuan sosial bersyarat. Namun, implementasi program ini kerap menghadapi tantangan, baik dalam hal efektivitas pelaksanaan, ketepatan sasaran, hingga responsivitas terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat yang dinamis. Oleh karena itu, penting dilakukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana program ini berhasil dalam menurunkan angka kemiskinan dan memperbaiki kesejahteraan keluarga miskin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan dan mengidentifikasi pelaksanaan Program Keluarga Harapan dalam menanggulangi kemiskinan di Desa Lumbang, serta mengevaluasi berbagai aspek pelaksanaan program dari sudut pandang efektivitas, efisiensi, kecukupan, kesamaan, responsivitas, dan ketepatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif pada key informan sebanyak 9 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu uji interaktif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKH memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan akses masyarakat miskin terhadap layanan pendidikan dan kesehatan. Namun, program ini belum sepenuhnya mampu mengangkat keluarga penerima manfaat keluar dari garis kemiskinan secara mandiri. Beberapa kendala yang ditemukan antara lain adalah kurangnya akurasi dalam pendataan penerima manfaat, keterbatasan fasilitas pendukung, lambatnya respon terhadap perubahan kondisi sosial, serta ketimpangan dalam distribusi bantuan. Diperlukan optimalisasi koordinasi lintas sektor dan pemanfaatan teknologi informasi agar pelaksanaan PKH lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan mampu memberdayakan masyarakat secara menyeluruh.
Copyrights © 2026