Penelitian ini mengangkat tema pengaruh Net Working Capital terhadap Cash Holding pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2023. Cash Holding merupakan elemen strategis dalam pengelolaan keuangan perusahaan, terutama di sektor pertambangan yang menghadapi volatilitas harga komoditas seperti batu bara dan nikel, serta ketidakpastian ekonomi global. Fenomena yang terjadi, seperti fluktuasi harga bahan tambang dan dampak pandemi Covid-19, memaksa perusahaan untuk mempertahankan likuiditas yang memadai demi menjaga keberlanjutan operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Net Working Capital terhadap Cash Holding pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021-2023 serta untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Net Working Capital terhadap Cash Holding. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Data penelitian merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan. Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dan sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling menghasilkan 16 perusahaan dengan total 48 laporan keuangan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode uji statistik deskriptif, uji regresi linier sederhana, uji hipotesis, dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif signifikan dari Net Working Capital terhadap Cash Holding. Koefisien regresi sebesar 0,281 menunjukkan bahwa setiap peningkatan Net Working Capital sebesar satu satuan akan meningkatkan Cash Holding sebesar 0,281 satuan. Nilai Adjusted R² sebesar 3,4% menunjukkan bahwa Net Working Capital memberikan kontribusi sebesar 3,4% terhadap variasi Cash Holding, sementara sisanya sebesar 65,7% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model penelitian ini.
Copyrights © 2026