Penelitian mengkaji perbandingan kinerja keuangan perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terdampak seruan boikot terkait konflik Israel-Palestina, dengan studi kasus PT Fast Food Indonesia Tbk (KFC), PT Map Boga Adiperkasa Tbk (Starbucks), dan PT Sarimelati Kencana Tbk (Pizza Hut). Memanfaatkan data sekunder laporan keuangan periode 2023 (sebelum boikot) dan 2024 (sesudah boikot), studi memproyeksikan rasio likuiditas (Current Ratio/CR), profitabilitas (Return on Assets/ROA), dan solvabilitas (Debt to Equity Ratio/DER) melalui analisis deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, serta uji beda Wilcoxon Signed Rank Test. Temuan menginformasikan tidak ada perbedaan signifikan pada ketiga rasio (CR: p=0,109; ROA: p=0,593; DER: p=1,000, semuanya >0,05), sehingga hipotesis perubahan kinerja ditolak. Temuan ini menandakan ketahanan perusahaan terhadap tekanan boikot, meskipun disarankan perluas sampel dan periode observasi untuk penelitian lanjutan.
Copyrights © 2026