Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) marak terjadi di Indoenesi. Korban kekerasan yang cenderung tertutup membuat banyak kasus KDRT terlambat ditangani menimbulkan dampak negatif, salah satunya adalah penurunan Self-worth. Menanggapi permaslahan tersebut, Yayasan SPEK-HAM Surakarta hadir dalam mendampingi isu berbasis gender memberikan penangan kasus KDRT salah satunya melalui terapi Journaling. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menunjukan proses pelaksanaan terapi Journaling dan dampaknya untuk meningkatkan Self-worth bagi korban KDRT di Yayasan SPEK-HAM Surakarta. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan korban KDRT yang mengikuti terapi journaling di Yayasan SPEK-HAM Surakarta dengan kesukarelaan dan kemauan penyitas KDRT untuk membangun kembali Self-worth. Proses terapi meliputi empat tahap yaitu recognation/intial writing, examination/writing exercise, juxtaposition/feedback, dan application to self.
Copyrights © 2024