Penelitian ini mengkaji pengaruh Fear of Missing Out (FOMO) terhadap preferensi konsumsi generasi muda di Solo, dengan fokus pada restoran Solo Steak yang menggunakan Instagram sebagai salah satu alat promosi. Metode yang digunakan menggunakan pendekatan kuantitatif dan diterapkan dengan pengumpulan data melalui kuesioner dengan skala Likert kepada 96 responden berusia 18-30 tahun yang merupakan pengguna aktif Instagram. Menggunakan teknik analisis data regresi linier untuk mengukur pengaruh FOMO terhadap perilaku konsumsi generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumsi, yang dipicu oleh promosi dari akun instagram Solom Steak dan tren yang saat ini muncul di media sosial. Selain itu, penggunaan Instagram dalam strategi pemasaran termasuk kolaborasi dengan influencer, terbukti efektif dalam menarik perhatian konsumen generasi muda dan meningkatkan penjualan. Penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya media sosial dalam membentuk preferensi konsumsi dan perilaku pembelian di kalangan generasi muda.
Copyrights © 2024