Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penafsiran Amina Wadud terhadap ayat-ayat kekerasan berbasis gender. Penelitian ini didasarkan pada kondisi sosial yang selalu menempatkan perempuan pada posisi subordinat sehingga perempuan belum bisa menikmati kebebasan sebagaimana yang dirasakan kaum laki-laki. Banyaknya penafsiran terhadap ayat-ayat gender yang masih condong kepada laki-laki, menyebabkan kepentingan perempuan terabaikan. Sebagai tokoh feminis, Amina Wadud berusaha untuk mengkaji dan menganalisis ayat-ayat tentang perempuan agar lebih adil dan kepentingannya tersampaikan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan dengan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan analisis Amina Wadud terhadap ayat-ayat kekerasan berbasis gender mencoba untuk merekontruksi stigma yang mengakar dalam masyarakat mengenai posisi dan hak perempuan. Melihat banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan tidak terkecuali dalam rumah tangga, salah satu penyebabnya karena salahnya pemahaman dan penafsiran terhadap teks agama. Dengan analisis Amina Wadud yang menggunakan pendekatan feminis, diharapkan mampu memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwa Al-Quran tidak pernah mewajarkan bentuk kekerasan terhadap perempuan.
Copyrights © 2024