Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi sosial penggemar K-Pop dalam mengikuti event dan perayaan bias berdasarkan teori pengaruh sosial Herbert Kelman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas empat penggemar K-Pop berusia 18–25 tahun yang berdomisili di wilayah Solo Raya dan dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam secara luring dan daring, dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial dalam fandom K-Pop memunculkan proses pengaruh sosial yang berlangsung melalui tiga tahapan, yaitu kepatuhan, identifikasi, dan internalisasi. Kepatuhan tercermin dari penyesuaian perilaku subjek terhadap norma dan aktivitas kelompok, seperti penggunaan dresscode, pembelian merchandise, dan pembuatan freebies. Identifikasi terlihat dari keterlibatan aktif subjek dalam komunitas serta upaya mempertahankan identitas sosial sebagai penggemar K-Pop. Selanjutnya, internalisasi ditandai dengan tertanamnya nilai kebersamaan, solidaritas, kerja sama, dan kepercayaan diri yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari di luar konteks fandom. Penelitian ini menyimpulkan bahwa fandom K-Pop berfungsi sebagai ruang sosial yang tidak hanya memengaruhi perilaku secara situasional, tetapi juga berperan dalam pembentukan identitas dan nilai personal penggemarnya.
Copyrights © 2025