Perilaku membolos di kalangan siswa dapat menjadi menjadi salah satu bentuk ketidakdisiplinan yang dapat berdampak negatif terhadap proses belajar dan prestasi belajar. Pertimbangan ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku membolos terhadap siswa di SMA Negeri 1 Dayun Kabupaten Siak. Strategi penelitian yang digunakan adalah strategi deskriptif subjektif dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh melalui kuisioner, observasi, dan dokumentasi dari pihak sekolah dan siswa yang terlibat dalam perilaku membolos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua faktor utama yang mempengaruhi siswa membolos, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi motivasi yang lebih besar untuk menghafal, kurangnya minat terhadap mata pelajaran tertentu, dan perasaan malas atau tidak memiliki dorongan belajar yang kuat. Sementara itu, faktor eksternal meliputi pengaruh teman sebaya, kurangnya pengawasan dari orang tua, lingkungan sekolah yang kurang kondusif, serta akses terhadap teknologi dan media sosial yang sering digunakan untuk kegiatan di luar sekolah. Berdasarkan temuan tersebut, diperlukan upaya-upaya penting untuk mengatasi perilaku membolos di kalangan siswa. Sekolah dapat menerapkan pendekatan disiplin yang lebih ketat dan membuat metode pembelajaran yang lebih menarik dan intuitif. Orang tua diharapkan lebih aktif dalam mengawasi dan mengarahkan anak-anaknya, sedangkan siswa perlu mewaspadai dampak negatif dari perilaku membolos. Dengan pendekatan yang menyeluruh, diharapkan angka membolos dapat ditekan seminimal mungkin sehingga mutu pendidikan di SMA Negeri 1 Dayun dapat terus maju.
Copyrights © 2025