Perundungan dalam lingkungan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Indonesia menjadi isu krusial yang mendapatkan perhatian luas, terutama setelah munculnya dugaan perundungan yang menyebabkan kematian salah satu peserta program. Media daring secara aktif memberitakan kasus ini dan memiliki peran penting dalam menyampaikan perkembangan serta kompleksitas persoalan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberpihakan media dalam memberitakan kasus perundungan dalam pendidikan dokter spesialis di Indonesia. Media yang diteliti yakni Kompas.id. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik analisis framing model Robert M. Entman dengan empat aspeknya yaitu penjelasan masalah, perkiraan penyebab masalah, penilaian moral, dan penawaran penyelesaian masalah. Hasil penelitian terhadap empat berita yang dipublikasikan pada bulan Agustus 2024 menunjukkan keberpihakan Kompas.id terhadap korban dalam kerangka penegakan moral dan keadilan sosial. Keberpihakan Kompas.id tersebut tercermin melalui adanya pendekatan jurnalisme advokasi, khususnya dalam upaya mengangkat suara korban secara dominan dalam pemberitaan. Dengan demikian, Kompas.id perlu mempertahankan keberpihakan tersebut dengan terus memberikan ruang bagi suara penyintas, dengan tetap menjaga akurasi, verifikasi, dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan. Keberimbangan yang dimaksud yakni tidak hanya berfokus pada pengalaman individu, melainkan juga tetap konsisten mengangkat dimensi struktural seperti kebijakan institusi, regulasi pendidikan, serta tanggung jawab pihak terkait.
Copyrights © 2025