Kebijakan Kota Layak Anak (KLA) merupakan salah satu upaya dalam memenuhi hak-hak anak serta memberikan perlindungan pada anak di suatu kota/kabupaten dengan harapan anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Kota Pekanbaru telah mengadopsi program Kota Layak Anak (KLA) dan mendapatkan penghargaan tingkat Nindya. Namun, permasalahan anak masih terus meningkat setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis collaborative governance dalam penyelenggaraan Kota Layak Anak (KLA) dan mengidentifikasi dan menganalisis faktor penghambat collaborative governance dalam penyelenggaran Kota Layak Anak (KLA) di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan teori dari Schottle, Haghsheno dan Genhbauer dalam Astuti dkk (2020). Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan collaborative governance dalam penyelenggaraan Kota Layak Anak (KLA) di Kota Pekanbaru belum sepenuhnya optimal karena kurangnya koordinasi dalam kolaborasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah Kota Pekanbaru melalui DP3APM dan kurangnya partisipasi masyarakat dalam program Kota Layak Anak (KLA).
Copyrights © 2025