Penelitian ini bertujuan unutk mengkaji bagaimana peran Paguyuban Sekarwangi sebagai lembaga pendidikan nonformal dalam memperkuat identitas budaya dan mengembangkan potensi generasi muda di Kabupaten Cianjur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, karena metode ini mampu memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai fenomena sosial dan budaya yang diteliti. Data dikumpukan melalui wawancara yang mendalam dengan pengurus dan juga anggota paguyuban, kemudian dihasilkanlah informasi yang menyeluruh, kontekstual, dan relevan dengan tujuan penelitian. Analisis data yang dilakukan berupa pengumpulan data, penyedehanaan data, penyusunan data, dan simpulan dari hasil wawancara. Dalam penelitian ini menunjukkan hasil bahwa Paguyuban Pencak Silat Sekarwangi ini memiliki peran yang penting sebagai lembaga pendidikan nonformal dalam melestarikan budaya sekaligus mengembangkan potensi generasi muda terutama anak-anak. Meski menghadapi beberapa tantangan, namun dukungan dari keluarga serta masyarakat dapat memperkuat keberlanjutan paguyuban ini. Melalui latihan pencak silat, seni tradisional, dan juga pembinaan karakter, Paguyuban Sekarwangi memberikan peran yang optimal untuk menumbuhkan dan menguatkan identitas budaya serta kemampuan sosial dan jiwa kepemimpinan pada peserta didiknya. Paguyuban Sekarwangi menjadi acuan yang menegaskan bahwa pentingnya memberikan pendidikan nonformal dalam membentuk generasi muda yang berkarakter dan berbudaya, sehingga layak untuk mendapatkan dukungan yang lebih luas. Melalui pengalaman dan juga keberhasilan alumni menunjukkan bahwa pendidikan yang diberikan dari Paguyuban Sekarwangi ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga memberikan kontribusi yang besar terutama dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan yang kuat.
Copyrights © 2025