Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji rendahnya tingkat partisipasi politik masyarakat Kota Surabaya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Meskipun terdapat sedikit peningkatan partisipasi dibandingkan pilkada sebelumnya, angka partisipasi yang hanya mencapai 56–60% masih jauh dari target 75% yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui kajian literatur, artikel ilmiah, laporan media, dan dokumen resmi dari lembaga penyelenggara pemilu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya partisipasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kondisi teknis seperti cuaca dan sisa dampak pandemi, minimnya pilihan kandidat karena hanya terdapat calon tunggal, serta rendahnya kepercayaan publik terhadap efektivitas suara. Selain itu, tingkat apatisme politik, terutama di kalangan pemuda, disebabkan oleh kurangnya pendidikan politik dan minimnya sosialisasi dari penyelenggara pemilu. Faktor budaya seperti pemanfaatan hari libur untuk aktivitas non-politik turut memperburuk partisipasi. Di sisi lain, upaya pemerintah dan KPU seperti sosialisasi di sekolah, jalan sehat, dan pemanfaatan Media Center Surabaya telah dilakukan, tetapi belum sepenuhnya efektif. Penelitian ini menekankan perlunya pendekatan yang lebih inklusif dan partisipatif untuk meningkatkan kesadaran politik masyarakat, khususnya generasi muda, serta pentingnya pendidikan politik yang berkelanjutan untuk memperkuat demokrasi lokal.
Copyrights © 2025