Fenomena Post Holiday Blues (PHB), yaitu perasaan tidak nyaman yang muncul setelah menjalani libur panjang, menjadi isu yang signifikan dalam konteks psikologis dan komunikasi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis PHB melalui perspektif ilmu komunikasi dengan menggunakan pendekatan Teori Kognisi Sosial (Social Cognitive Theory) dan Teori Interaksi Simbolik (Symbolic Interactionism). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menelaah berbagai artikel berita serta pernyataan para ahli yang relevan. Fokus utama terletak pada bagaimana individu memaknai pengalaman liburan dan bagaimana simbol serta interaksi sosial memengaruhi respons emosional terhadap kembalinya rutinitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PHB tidak hanya dipicu oleh kelelahan fisik, tetapi juga oleh ekspektasi sosial yang tinggi terhadap momen liburan, kontras yang tajam antara suasana liburan dan kenyataan kerja, serta kurangnya strategi komunikasi yang efektif dalam menghadapi peralihan tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi interpersonal dan pemahaman simbolik berperan penting dalam mengelola emosi pasca-liburan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi komunikasi dalam masyarakat, khususnya dalam membantu individu mengantisipasi dan mengelola stres setelah liburan. Studi ini diharapkan dapat menjadi pijakan awal dalam memperluas kajian komunikasi terkait kesehatan mental di era modern.
Copyrights © 2025