Kajian ini memfokuskan terkait sejauh mana pengaruh belanja bantuan sosial terhadap tingkat kemiskina di Provinsi Sumatera Barat. Meskipun secara nasional angka kemiskinan menunjukkan tren penurunan, Provinsi Sumatera Barat mengalami peningkatan kemiskinan pada beberapa tahun terakhir. Fenomena ini mendorong perlunya evaluasi terhadap efektivitas kebijakan daerah, khususnya dalam pengelolaan belanja bantuan sosial bersumber dari APBD. Kajian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif. Data yang diaplikaskan adalah data panel memuat observasi 19 kabupaten/kota dan runtut waktu 2007-2023. Temuan kajian menunjukan belanja bantuan sosial berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan, dengan kefisien determinasi 0,104 dan signifikansi 0,0000. Selain itu, nilai cross-section effect mengindikasikan adanya pengaruh tetap yang berbeda di tiap daerah, yang mencerminkan peran karakteristik lokal di luar variabel belanja sosial dalam menentukan keberhasilan penurunan kemiskinan.
Copyrights © 2025