Pertumbuhan penduduk yang pesat di Kota Pekanbaru menimbulkan tantangan serius seperti laju pertumbuhan penduduk yang semakin pesat, kepadatan penduduk dan persebaran penduduk yang tidak merata, serta meningkatnya angka kemiskinan akibat bonus demografi. Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah mengimplementasikan Program Bangga Kencana yang bertujuan mengendalikan pertumbuhan penduduk melalui pembangunan keluarga berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program Bangga Kencana dalam upaya pengendalian pertumbuhan penduduk di Kota Pekanbaru serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi dari informan kunci dari BKKBN Provinsi Riau, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Pekanbaru, PLKB, serta masyarakat. Temuan menunjukkan bahwa implementasi program Bangga Kencana di Kota Pekanbaru telah berjalan cukup baik berdasarkan indikator kemampuan organisasi, informasi, dukungan, dan pembagian potensi. Namun, masih terdapat kendala signifikan seperti keterbatasan jumlah sumber daya manusia, rendahnya partisipasi masyarakat, dan keterbatasan anggaran. Kesimpulannya, meskipun program telah diimplementasikan secara menyeluruh, efektivitasnya masih perlu ditingkatkan melalui penguatan kapasitas pelaksana, peningkatan literasi masyarakat terhadap program, serta sinergi lintas sektor. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya perbaikan tata kelola dan strategi komunikasi dalam implementasi kebijakan pengendalian penduduk, agar program Bangga Kencana dapat lebih optimal dalam mencapai tujuan keseimbangan demografis di wilayah perkotaan khususnya kota pekanbaru.
Copyrights © 2025