Artikel ini mengkaji tentang peran Badan Riset dan Inovasi Daerah Jawa Timur untuk mendorong kualitas pelayanan publik di daerah dari pedesaan hingga ke kota. dengan menggunakan skema AGIL oleh Talcott Parsons dalam teori fungsionalisme struktural untuk menganalisis fungsi, peran, dan hasil yang dicapai oleh BRIDA Jawa Timur sebagai salah satu bagian sistem sosial dang fungsional pemerintah daerah. Penelitian ini menggunakan metode penlitian kualitataif dengan perolehan data yang bersumber dari wawancara, dokumentasi, dan observasi terhadap pelaksanaan program Inotek Award yang menjadi wadah aktualisasi inovasi daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BRIDA tidak hanya bertindak sebagai fasilitator inovasi, tetapi juga sebagai penghubung antara hasil riset akademik dan implementasi kebijakan di tingkat lokal. Inovasi yang dikembangkan BRIDA, seperti program pelatihan, kompetisi inovasi, serta penerapan teknologi tepat guna, berkontribusi signifikan terhadap efisiensi, akuntabilitas, dan inklusivitas pelayanan publik. Namun, tantangan seperti keterbatasan anggaran, rendahnya literasi teknologi ASN, dan lemahnya koordinasi antarinstansi masih menjadi hambatan dalam optimalisasi inovasi daerah. Oleh sebab itu pemerintah perlu memberikan perhatian yang lebih terhadap kebijakan yang akan diberikan atau dibuat dengan memperhatikan kondisi atau situasi sebenarnya yang ada pada mayarakat guna terbentuknya kebijakan yang tepat.
Copyrights © 2026