Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Upah Minimum, tingkat Pengangguran, dan Penyerapan Tenaga Kerja di Kabupaten Bekasi selama periode 2010 hingga 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson, dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan instansi terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang kuat dan signifikan antara Upah Minimum dan tingkat Pengangguran (r = 0,801; Sig. = 0,000), yang mengindikasikan bahwa peningkatan upah minimum cenderung diikuti oleh peningkatan tingkat pengangguran. Sebaliknya, terdapat hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara Upah Minimum dan Penyerapan Tenaga Kerja (r = -0,659; Sig. = 0,005), serta antara Pengangguran dan Penyerapan Tenaga Kerja (r = -0,676; Sig. = 0,004). Temuan ini menunjukkan bahwa kenaikan upah minimum dapat berdampak pada penurunan penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pengangguran. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan upah yang mempertimbangkan kapasitas dunia usaha dan kondisi ketenagakerjaan agar tujuan kesejahteraan pekerja dan perluasan kesempatan kerja dapat tercapai secara seimbang
Copyrights © 2025