Munculnya Toko Kelontong Madura di era banyaknya minimarket modern menjadi salah satu hal menarik untuk diteliti. Jam operasional 24 jam, berpotensi memicu adanya stress kerja yang di alami oleh karyawan. Resilience menjadi salah satu solusi bagaimana para karyawan Toko Kelontong Madura bertahan dan mengendalikan stres kerja yang dialami. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh resilience terhadap stress kerja pada karyawan Toko Kelontong Madura di Kabupaten Sleman Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Toko Kelontong Madura yang ada di Kabupaten Sleman, Yogyakarta dengan teknik penentuan sampel yakni purposive sampling dengan perhitungan jumlah sampel melalui teori roscoe. Sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 40 orang. Pengumpuan data melalui penyebaran kuesioner. Data dianalisis dengan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwasanya tingkat stres karyawan di Toko Kelontong Madura di Kabupaten Sleman, Yogyakarta mayoritas dalam kategori normal. Sementara tingkat resilience karyawan Toko Kelontong Madura di Kabupaten Sleman, Yogyakarta juga dalam kategori resilience normal. Selanjutnya, hasil uji hipotesis dalam penelitian ini membuktikan bahwa adanya pengaruh negatif resilience terhadap stres kerja pada karyawan Toko Kelontong Madura di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Sehingga kesimpulan dalam penelitian ini adalah resilience berpengaruh negatif terhadap stres kerja pada karyawan Toko Kelontong Madura di Yogyakarta. Dengan demikian, hipotesis diterima
Copyrights © 2025