Penelitian ini bertujuan menganalisis penguatan kemitraan militer Iran–Rusia pasca 2022 dalam perspektif geopolitik realisme, dengan menyoroti mekanisme balancing terhadap tekanan Amerika Serikat dan sekutunya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik, berbasis data sekunder dari artikel jurnal internasional, laporan kebijakan, dan dokumen resmi yang relevan. Data dianalisis dengan analisis isi kualitatif dan tematik untuk memetakan bentuk kerja sama militer, rasionalitas strategis, serta implikasi geopolitiknya. Hasil menunjukkan bahwa Iran tidak hanya memasok UAV Shahed dalam jumlah besar, tetapi juga terlibat dalam transfer teknologi dan penguatan kapasitas industri pertahanan Rusia. Pola ini mencerminkan hubungan teknis-militer berlapis yang berfungsi sebagai instrumen external balancing bagi kedua negara. Kemitraan tersebut berdampak pada karakter perang Ukraina, sekaligus membentuk konfigurasi keamanan baru di Eurasia dan Timur Tengah yang lebih terfragmentasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa poros militer Iran–Rusia merupakan fenomena kunci era “post-sanksi” dan mengisi kekosongan kajian tentang transaksi militer keduanya pasca 2022 dalam kerangka analitis realisme geopolitik. Temuan ini berkontribusi nyata pada pengayaan studi keamanan internasional dan geopolitik kontemporer global.
Copyrights © 2026