Penelitian ini menguji pengaruh efisiensi tenaga kerja, pengembangan kompetensi, dan alokasi anggaran pelatihan terhadap kinerja sumber daya manusia pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) air minum di Kalimantan Timur. Metode kuantitatif diaplikasikan dengan analisis regresi linier berganda. Data penelitian bersumber dari laporan Balai Pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (BP-SPAM) serta dokumen resmi sembilan BUMD dalam periode 2018–2022, menghasilkan 45 observasi. Prosedur analisis mencakup uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa efisiensi pegawai berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja SDM. Sebaliknya, pengembangan kompetensi dan alokasi anggaran pelatihan berpengaruh positif signifikan. Ketiga variabel juga berpengaruh signifikan secara simultan dengan nilai Adjusted R² 0,930, menunjukkan model mampu menerangkan 93% variasi kinerja SDM. Implikasi praktis penelitian menekankan perlunya keseimbangan kebijakan pengelolaan SDM. Rekomendasi utama yaitu menghindari efisiensi berlebihan dan meningkatkan investasi kompetensi melalui program pelatihan yang relevan serta didukung anggaran memadai untuk pencapaian kinerja SDM yang optimal dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025