Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat literasi keuangan para marketplace affiliator di Indonesia guna meningkatkan kapasitas mereka sebagai pelaku ekonomi digital. Metode penelitian yang digunakan adalah survei deskriptif kuantitatif untuk memberikan gambaran terukur mengenai pemahaman dan perilaku finansial responden. Dari total 200 kuesioner yang disebar kepada affiliator aktif, sebanyak 64 kuesioner terkumpul secara lengkap dan digunakan sebagai data primer dalam analisis statistik deskriptif. Instrumen penelitian mencakup 15 indikator yang dinilai menggunakan skala Likert 7 poin untuk mengukur aspek pengetahuan, sikap, dan perilaku keuangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa literasi keuangan affiliator secara umum berada pada kategori cukup baik, dengan nilai median sebagian besar indikator mencapai skor 5. Pemahaman mengenai konsep inflasi dan kedisiplinan dalam membayar tagihan tepat waktu merupakan aspek yang paling kuat dikuasai oleh responden. Sebaliknya, kebiasaan rutin mencatat pemasukan dan pengeluaran diidentifikasi sebagai titik terlemah dalam administrasi keuangan mereka. Temuan penelitian mengungkapkan korelasi signifikan (r = 0,52) antara pemahaman teknis mengenai pendapatan bruto-neto dengan perilaku menyisihkan penghasilan untuk investasi. Selain itu, kedisiplinan finansial jangka pendek terbukti berhubungan positif dengan kemampuan perencanaan keuangan jangka panjang, yang menjadi faktor krusial bagi daya saing affiliator di ekosistem e-commerce seperti Shopee. Meskipun memiliki sikap keuangan yang positif, masih terdapat kesenjangan (gap) antara pengetahuan teoretis dan praktik pengelolaan keuangan nyata. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan literasi teknis dan habituasi pencatatan keuangan sangat diperlukan untuk mendukung keberlanjutan profesi ini.
Copyrights © 2025