Kerjasama Bandung dan Kawasaki dalam program pengembangan masyarakat bebas karbon tahun 2021-2024 bertujuan mengurangi emisi karbon melalui penghematan energi dan peningkatan mobilitas berkelanjutan. Penelitian ini mengkaji implementasi dan hambatan program kerjasama tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis data sekunder dari laporan resmi, dokumen kerjasama, dan studi literatur. Wawancara dengan pemangku kepentingan dilakukan untuk memperdalam informasi. Hasil penelitian menunjukkan Kota Bandung menghadapi tantangan perubahan iklim, terutama konsumsi energi tinggi di sektor publik dan rendahnya efisiensi transportasi. Kota Kawasaki memiliki pengalaman relevan dalam pengembangan kota rendah karbon. Program kerjasama mencakup bantuan teknis, peningkatan kapasitas, dan transfer teknologi melalui mekanisme credit mechanism untuk mendapatkan subsidi dari pemerintah Jepang. Kendala utama meliputi keterbatasan pendanaan dan regulasi lokal yang belum memadai. Meskipun demikian, kerjasama Bandung-Kawasaki memiliki potensi besar untuk mempercepat transisi Bandung menuju kota rendah karbon.
Copyrights © 2026