Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kerja sama sister city antara Kota Bandung dan Kota Seoul dalam pelaksanaan pengembangan smart city pada masa new normal, dengan fokus pada peningkatan kapasitas Aparatur Sipil Negara melalui program pelatihan yang diselenggarakan oleh Seoul Human Resource Development Center (SHRDC). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi untuk menggambarkan proses pelaksanaan serta capaian kerja sama. Analisis dilakukan berdasarkan sebelas indikator kerja sama sister city menurut Sister Cities International. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa indikator belum tercapai secara optimal akibat berbagai tantangan dan hambatan yang muncul pada masa pasca-COVID-19, seperti keterbatasan koordinasi, keberlanjutan program, dan penyesuaian terhadap perubahan kondisi. Meskipun demikian, kerja sama sister city antara Kota Bandung dan Kota Seoul telah menghasilkan capaian konkret yang mendukung pengembangan smart city. Capaian tersebut antara lain terwujudnya Bandung Command Center (BCC) sebagai sistem layanan publik dan pusat informasi terpadu, serta penerapan Advanced Traffic Control System (ATCS) untuk meningkatkan pengelolaan lalu lintas. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kerja sama sister city tetap memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kapasitas kelembagaan dan mendorong pengembangan smart city di Kota Bandung.
Copyrights © 2026