Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motif tindakan pemuda dalam keterlibatannya pada Aksi Kamisan Pekanbaru serta memahami makna simbolik yang dimaknai oleh para peserta aksi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tujuh informan pemuda yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan, kemudian dianalisis menggunakan teori tindakan sosial Max Weber dan interaksionisme simbolik Herbert Mead. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan pemuda dalam Aksi Kamisan berdasar berbagai motif, seperti dorongan untuk menegakkan nilai-nilai HAM, memperluas jejaring sosial, menjalankan tanggung jawab organisasi, serta pengalaman pribadi sebagai bagian dari korban pelanggaran HAM. Sementara pemaknaan terhadap Aksi Kamisan dikonstruksikan sebagai gerakan konsisten, bentuk perlawanan terhadap impunitas, penegakan media nilai-nilai HAM, dan wadah solidaritas kolektif. Penelitian ini menegaskan bahwa melalui proses interaksi simbolik, Aksi Kamisan menjadi ajang terbentuknya kesadaran sosial pemuda terhadap pentingnya keadilan dan kemanusiaan.
Copyrights © 2026