Studi ini bermaksud menganalisis efektivitas pengaplikasian standard cost sebagai alat pengendalian cost produksi pada Pabrik Pigura “PFM” di Surabaya. Penurunan laba selama 2022–2024, meskipun penjualan stabil, menunjukkan adanya ketidakefisienan biaya yang belum teridentifikasi akibat tidak dilakukannya analisis selisih secara sistematis. Riset mengadopsi metoda deskriptif dengan pendekatan kuantitatif berdasarkan laporan biaya produksi dan laporan laba rugi tahun 2022–2024. Analisis varians digunakan untuk menilai efisiensi biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik. Output studi menampilkan bahwa biaya bahan baku dan biaya overhead pabrik menghasilkan varians rugi yang terus meningkat, menandakan ketidakefisienan penggunaan biaya. Sebaliknya biaya tenaga kerja langsung mengungkapkan varians optimal yang mencerminkan ketepatan waktu proses produksi. Secara keseluruhan, penerapan biaya standar di perusahaan belum optimal, terutama pada komponen bahan baku dan overhead. Perusahaan perlu meninjau kembali standar biaya, memperkuat evaluasi, dan meningkatkan pengawasan agar penyimpangan biaya dapat diminimalkan.
Copyrights © 2025