Penerapan akuntansi berbasis akrual di sektor publik Indonesia merupakan salah satu bentuk reformasi tata kelola keuangan daerah yang bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas publik. Namun, dalam praktiknya, masih ditemukan berbagai kendala terutama dalam proses jurnal penyesuaian pendapatan dan beban antara Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan jurnal penyesuaian pendapatan dan beban pada sistem akuntansi Dinas Pendidikan Kota Bandung, serta menilai kesesuaiannya dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) berbasis akrual. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan content analysis terhadap laporan keuangan pemerintah daerah tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyesuaian pendapatan dan beban masih belum optimal karena perbedaan basis akuntansi antarunit, keterbatasan SDM, dan belum maksimalnya pemanfaatan sistem SIPD. Kondisi ini berdampak pada keterlambatan laporan keuangan dan menurunkan akuntabilitas publik. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi sistem keuangan, pelatihan teknis, serta internalisasi nilai stewardship dalam meningkatkan transparansi dan efisiensi pelaporan keuangan publik.
Copyrights © 2026