Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh emotional priming terhadap kedekatan emosional keluarga dan secure attachment pada siswa SMPN 155 Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain pretest–posttest control group. Populasi penelitian adalah siswa sekolah menengah pertama, dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan random assignment, sehingga diperoleh 30 partisipan yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa emotional priming melalui terapi sinema, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan. Teknik analisis data yang digunakan adalah Paired Samples T-Test dan Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emotional priming berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kedekatan emosional keluarga dengan ukuran efek yang besar, namun tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap secure attachment. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi pendekatan emotional priming dalam konteks kedekatan emosional keluarga pada remaja. Temuan ini mengimplikasikan bahwa intervensi berbasis emosi efektif untuk meningkatkan aspek afektif jangka pendek, sementara penguatan kelekatan memerlukan pendekatan jangka panjang dan sistemik.
Copyrights © 2026