Perkembangan media sosial telah membuka ruang baru bagi remaja untuk membangun dan mengekspresikan identitas alternatif, salah satunya melalui praktik Roleplay (RP) di platform X. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana remaja memaknai identitas alternatif yang mereka bangun melalui akun Roleplay, serta peran identitas tersebut dalam aspek personal, emosional, sosial, dan pembentukan konsep diri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Informan terdiri dari tiga remaja berusia 17–18 tahun yang aktif menggunakan akun Roleplay selama minimal enam bulan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi virtual, dan dokumentasi digital. Data dianalisis menggunakan analisis tematik dengan menjaga keabsahan melalui triangulasi teknik dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas alternatif melalui Roleplay berfungsi sebagai ruang ekspresi diri yang memungkinkan remaja menampilkan aspek kepribadian yang tidak dapat sepenuhnya diekspresikan dalam kehidupan offline. Identitas RP memberikan makna personal sebagai sarana eksplorasi diri, makna emosional sebagai media regulasi emosi dan penciptaan emotional safe space, serta makna sosial melalui pembentukan relasi suportif dan sense of belonging dalam komunitas RP. Selain itu, identitas RP berperan sebagai ruang reflektif yang membantu remaja memahami potensi, kebutuhan emosional, dan karakter personal mereka. Temuan juga menunjukkan adanya proses integrasi antara identitas alternatif dan identitas asli, di mana nilai, kepercayaan diri, dan pola komunikasi dari identitas RP turut memengaruhi kehidupan sehari-hari remaja. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa identitas alternatif dalam Roleplay tidak hanya bersifat fiktif, tetapi berkontribusi signifikan terhadap pembentukan konsep diri dan perkembangan psikososial remaja di era digital.
Copyrights © 2026