Penelitian ini menganalisis gaya komunikasi pimpinan dalam penyelesaian konflik internal di Slara Komputer Bandar Lampung. Konflik internal umumnya muncul antara tim pengembang dan pihak manajemen terkait pengambilan keputusan strategis serta penerapan teknologi baru, yang berdampak pada produktivitas, kualitas kerja, dan hubungan profesional. Laporan selama tiga tahun terakhir menunjukkan adanya peningkatan konflik antar divisi yang menimbulkan tantangan signifikan bagi manajemen. Hambatan utama dalam penyelesaian konflik meliputi komunikasi yang tidak efektif, kurangnya umpan balik yang konstruktif, serta prosedur penyelesaian konflik yang tidak jelas, sehingga menurunkan moral karyawan dan memengaruhi iklim kerja serta inovasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap karyawan yang terlibat langsung dalam konflik maupun dalam proses penyelesaiannya. Analisis data dilakukan dengan mengelompokkan, mendeskripsikan, dan menarik kesimpulan dari pola-pola gaya komunikasi pimpinan yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pimpinan menerapkan gaya komunikasi yang terbuka, persuasif, dan kolaboratif. Dalam kondisi kerja normal, komunikasi berlangsung secara santai namun tetap tegas, sehingga menciptakan suasana kerja yang nyaman dan mendorong karyawan untuk menyampaikan pendapat. Pada saat terjadi konflik, pimpinan menyesuaikan gaya komunikasinya menjadi lebih berfokus pada pemecahan masalah, seperti pembagian tugas, tekanan kerja, dan miskomunikasi. Pimpinan secara aktif mendengarkan, memberikan kesempatan kepada karyawan untuk menyampaikan pandangan, serta menekankan prinsip musyawarah. Gaya komunikasi ini terbukti efektif dalam meredakan konflik, menjaga keharmonisan hubungan kerja, serta memberikan pengaruh positif terhadap motivasi, kenyamanan, dan kinerja karyawan.
Copyrights © 2025