Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk pengendalian sosial yang telah diterapkan dalam pelaksanaan tradisi Tamblang Waluh. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif jenis deskriptif untuk mengeksplorasi dan mengkaji lebih mendalam mengenai bentuk-bentuk pengendalian sosial dalam tradisi Tamblang Waluh. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara terstruktur, dan studi dokumen. Tradisi Tamblang Waluh merupakan pertandingan tendang-menendang yang dilakukan oleh anak laki-laki maupun pemuda Desa Adat Bungaya, Karangasem. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori yang dikemukakan oleh Travis Hirschi terkait kontrol sosial. Hasil menunjukkan bahwa tradisi Tamblang Waluh dilaksanakan secara turun-temurun hingga saat ini karena merupakan warisan budaya leluhur yang memuat mekanisme pengendalian sosial. Dengan menggunakan teori kontrol sosial, dapat diketahui bahwa empat elemen dari teori tersebut yaitu attachment atau kasih sayang, commitment atau tanggung jawab, involvement atau keterlibatan, dan belief atau kepercayaan termuat dalam pelaksanaan tradisi Tamblang Waluh untuk mengendalikan tingkah laku anggota masyarakat agar senantiasa taat terhadap aturan, nilai, dan norma yang berlaku. Berdasarkan sifatnya terdapat bentuk pengendalian sosial preventif dan represif, pengendalian sosial preventif dalam tradisi tersebut berupa pemberian nasihat oleh orang tua, penyampaian aturan oleh tokoh adat, dan keterlibatan wasit atau pelerai. Sedangkan pengendalian sosial represif berupa teguran secara persuasif dan tanpa dikenakan sanksi karena pelanggaran bersifat ringan.
Copyrights © 2026