Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemberdayaan masyarakat berbasis konservasi melalui implementasi Program Rabu Mengajar dan pengembangan Edupark Rusa Sambar di Kawasan Keanekaragaman Hayati PT Pertamina Patra Niaga AFT Syamsudin Noor. Studi ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya model integratif yang mampu menghubungkan kepentingan industri dengan konservasi keanekaragaman hayati dan pemberdayaan masyarakat secara simultan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, analisis dokumen laporan periode 2019–2026, serta analisis ekologis menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon–Wiener (H′) untuk mengukur stabilitas ekosistem. Hasil penelitian menunjukkan adanya integrasi yang efektif antara aktivitas industri dan upaya konservasi lingkungan. Dari aspek ekologis, populasi spesies prioritas, yaitu Rusa Sambar (Rusa unicolor), meningkat sebesar 500%, dari 4 individu awal menjadi 20 individu dalam kondisi sehat. Pada aspek flora, plot endemik seluas 0,7 hektar berhasil melestarikan 59 spesies tanaman, dengan nilai indeks keanekaragaman (H′) tingkat pohon sebesar 4,08 yang mengindikasikan kondisi biodiversitas yang sangat stabil. Dari aspek sosial, pendekatan edutainment mampu mentransformasi kawasan operasional menjadi laboratorium hidup yang inklusif, dengan jangkauan 2.898 penerima manfaat pada tahun 2024 serta memperoleh pengakuan internasional. Simpulannya, model integrasi antara konservasi dan pemberdayaan masyarakat ini terbukti efektif dalam mendorong masyarakat menjadi agen aktif pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan keamanan kawasan melalui dukungan sosial. Studi ini memberikan kontribusi sebagai praktik terbaik pembangunan berkelanjutan yang mengharmonisasikan produktivitas industri dengan pelestarian keanekaragaman hayati di Kalimantan.
Copyrights © 2026