Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak perubahan tingkat suku bunga dan inflasi terhadap rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loans/NPL) pada industri perbankan di Indonesia. Data yang dianalisis mencakup suku bunga acuan kredit, tingkat inflasi, dan NPL dari sejumlah bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode tertentu. Dengan menerapkan metode regresi linier berganda, hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga acuan berdampak signifikan dan positif terhadap peningkatan rasio NPL. Artinya, kenaikan suku bunga cenderung menyebabkan peningkatan kredit bermasalah. Sebaliknya, tingkat inflasi tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap NPL, yang mengindikasikan bahwa ada faktor-faktor lain yang mungkin lebih dominan dalam memengaruhi kualitas kredit. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan kebijakan suku bunga secara hati-hati guna menjaga stabilitas sistem keuangan. Selain itu, diperlukan perhatian khusus dari regulator dan perbankan terhadap variabel-variabel utama yang mempengaruhi NPL untuk menekan risiko kredit di masa mendatang.
Copyrights © 2025