Penelitian ini bertujuan menganalisis persistensi kinerja reksa dana saham di Indonesia sepanjang periode 2018–2020 dengan membandingkan kelompok reksa dana berdasarkan besaran dana kelolaan. Sebanyak 157 reksa dana saham konvensional yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) digunakan sebagai sampel, terdiri dari 57 reksa dana dengan dana kelolaan di atas Rp500 miliar dan 110 reksa dana di bawah ambang batas tersebut. Pemilihan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling untuk memastikan kesesuaian dengan kriteria penelitian. Data sekunder kemudian dianalisis menggunakan independent sample t-test, one sample t-test, dan regresi linier sederhana dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kinerja reksa dana saham secara umum tidak menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan dengan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang digunakan sebagai benchmark. Selain itu, tidak ditemukan bukti adanya abnormal return pada periode pengamatan. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa persistensi kinerja tidak terdeteksi pada seluruh sampel reksa dana, kecuali pada kelompok dengan dana kelolaan besar yang menunjukkan indikasi persistensi sepanjang tahun 2018-2020. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa pasar modal Indonesia cenderung efisien, sehingga ruang bagi manajer investasi untuk secara konsisten mencetak kinerja unggul sangat terbatas. Persistensi yang terjadi pada reksa dana berdana kelolaan besar kemungkinan dipengaruhi oleh stabilitas kondisi pasar dan konsentrasi investasi pada saham-saham blue chip. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman mengenai hubungan antara ukuran dana kelolaan dan keberlanjutan kinerja reksa dana saham di Indonesia, sekaligus menjadi acuan bagi investor dalam merancang strategi investasi yang lebih efektif.
Copyrights © 2025