Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah risiko sistematik, persistensi laba, growth opportunity, dan leverage berpengaruh terhadap Earnings Response Coefficient. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2020 yang mencakup 714 perusahaan. Sampel sebanyak 256 perusahaan diambil dengan metode proportioned stratified random sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, uji autokorelasi, dan uji heteroskedastisitas dengan menggunakan SPSS 18. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dan data yang digunakan adalah data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa risiko sistematik berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Earnings Response Coefficient, sedangkan persistensi laba, growth opportunity dan leverage tidak berpengaruh terhadap Earnings Response Coefficient. Implikasi dari penelitian ini yaitu belum mampu memberikan bukti empiris teori informasi ekonomi dan teori sinyal, perusahaan perlu mengelola risiko sistematik dan menyampaikan sinyal yang tepat kepada pasar agar informasi laba tetap relevan bagi pengambilan keputusan.
Copyrights © 2025