Sikap berorganisasi sangat penting bagi efektivitas organisasi, terutama di instansi pemerintah yang menghadapi keterbatasan sumber daya. Penelitian ini pada dasarnya menganalisis dampak kapabilitas pegawai, loyalitas organisasi serta model kepemimpinan, terhadap sikap berorganisasi pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Flores Timur. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode sensus terhadap seluruh 43 pegawai tetap. Data ini kemudian dikumpulkan melalui angket lalu ditelaah memakai statistik deskriptif dan regresi linier berganda. Hasilnya terlihat bahwa kapabilitas pegawai, model kepemimpinan serta komitmen pada organisasi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap berorganisasi, yang menunjukkan angka 87,1%. Secara parsial, ketiga variabel juga berpengaruh positif dan signifikan, dengan model kepemimpinan sebagai prediktor paling dominan, diikuti loyalitas organisasi dan kapabilitas pegawai. Temuan ini menegaskan pentingnya kepemimpinan yang efektif dalam memupuk perilaku sukarela karyawan. Disimpulkan bahwa peningkatan kualitas kepemimpinan, komitmen, dan kapabilitas pegawai secara sinergis sangat penting untuk mengembangkan sikap berorganisasi. Implikasinya, manajemen disarankan memprioritaskan pengembangan kepemimpinan, penguatan komitmen, dan pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas organisasi
Copyrights © 2026