Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko yang menyebabkan keterlambatan distribusi produk non-semen serta menyusun strategi mitigasi untuk meningkatkan kinerja On Time In Full (OTIF). Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode House of Risk (HOR). Data diperoleh melalui wawancara, observasi proses distribusi, serta analisis dokumen kinerja distribusi dan laporan Root Cause Analysis perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan distribusi dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain ketidaksesuaian jadwal bongkar, keterbatasan pengemudi, storing armada, dan tingginya waktu tunggu operasional. Faktor-faktor tersebut berdampak langsung pada ketepatan waktu pengiriman dan pemanfaatan armada. Berdasarkan hasil analisis, dirumuskan beberapa strategi mitigasi yang berfokus pada perbaikan pengendalian operasional, peningkatan koordinasi jadwal distribusi, serta kesiapan sumber daya. Penerapan strategi tersebut diharapkan dapat mengurangi keterlambatan distribusi, meningkatkan utilitas armada, dan membantu perusahaan dalam mencapai target OTIF secara lebih optimal.
Copyrights © 2026